Situasi tersebut menjadi perhatian karena dalam video juga terlihat seekor burung merak yang berada di sekitar lokasi dan sedang minum.
Disebut makin nyolot saat ditegur
Pemilik unggahan juga menarasikan bahwa kedua pendaki tidak menerima teguran yang diberikan pendaki lain.
Menurut narasi tersebut, teguran justru membuat kedua pendaki disebut semakin menunjukkan sikap yang tidak menerima peringatan.
“Mereka makin nyolot, enggak ada merasa bersalah sama sekali. Pokoknya mereka harus di-blacklist dari Gunung Argopuro atau kalau perlu semua gunung,” tulis pemilik akun.
“Mereka secara sadar merusak kawasan habitat Argopuro yang notabenenya adalah cagar alam margasatwa,” lanjutnya.
Dalam rekaman video, salah seorang pendaki yang berada di sungai juga terdengar memberikan jawaban ketika ditegur.
“Nanti kita ketemu aja lah di atas, ini juga bukan sotoy-sotoy kita,” ucap salah satu pendaki yang berada di sungai.
Percakapan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang disoroti dalam unggahan viral tersebut.
Larangan mandi sudah terpampang
Aktivitas mandi di mata air Qolbu juga disebut telah dilarang melalui papan peringatan yang berada di kawasan tersebut.
Perekam video bahkan menunjukkan papan larangan yang terpasang tidak jauh dari lokasi kedua pendaki berada.