Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya terjadi setelah sejumlah siswa dari SMAN 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMKN 1 Berastagi menyantap MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga bibir membengkak.
Berdasarkan data hingga Jumat, 14 Agustus 2026, tercatat sekitar 353 siswa menunjukkan gejala dugaan keracunan.
Baca Juga: Dapur MBG di Mojokerto Jatim meledak lalu terbakar: Total 5 korban, 3 orang alami luka bakar
Para siswa kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Dengan adanya kasus tersebut, BGN menyatakan penanganan tidak hanya diarahkan pada pemulihan para siswa, tetapi juga pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian dan memastikan pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.***