“Tadi pagi masih enggak surut lho divideoin, sumpah ini langsung surut,” lanjutnya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian karena muncul setelah gempa kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.
Gempa susulan masih dirasakan
Dalam utas berikutnya, warga tersebut mengungkapkan bahwa gempa susulan masih dirasakan setelah gempa utama.
Kondisi air laut juga disebut mengalami perubahan. Ia menyebut air laut sempat naik sebelum kembali surut.
Situasi tersebut membuat pihak terkait memberikan arahan kepada para pengunjung hotel untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencari tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Jaga Rawat Jawa Barat, 250 peserta dari berbagai elemen di Subang teguhkan komitmen persatuan
“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” ungkapnya.
Ia kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan doa bagi warga yang berada di kawasan terdampak gempa.
“Terimakasih warga yg sudah mendoakan kami disini, semoga kita selalu dilindungi dimanapun kita berada,” sambungnya.
BMKG cabut peringatan dini tsunami
Gempa NTT tersebut sebelumnya juga memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut di sejumlah wilayah setelah gempa terjadi.
Baca Juga: PJU mati hingga jembatan ambruk, ini aspirasi warga Kampung Dampit ke Ketua DPRD Subang
Dalam keterangan yang disampaikan melalui akun media sosial X, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7 pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB telah berakhir.