news

Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Menyoroti viralnya kasus dugaan paket MBG kedaluwarsa yang ditarik SPPG Karanganyar Jawa Tengah usai sempat dibagikan ke sekolah (Instagram.com/@katakitaig)

Abra menjelaskan, kondisi bahan ayam saat pertama kali diterima sebenarnya dinilai baik. Namun, ketika masuk dalam proses pemasakan batch kedua, ditemukan bagian bahan yang dinilai memiliki kondisi berbeda.

Baca Juga: Makam Sutrimo karumga Febrie Adriansyah mulai dibongkar, ekshumasi jenazah libatkan ahli forensik

Dari pemeriksaan awal tersebut, pihak SPPG memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami masalah. Abra menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan pemeriksaan internal.

“Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa,” jelasnya.

Temuan tersebut menjadi pertimbangan utama SPPG untuk menarik seluruh paket MBG yang sudah dikirim ke sekolah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya makanan yang dinilai tidak layak sampai dikonsumsi siswa.

Baca Juga: Lava walk, roda tank hingga tarik tambang, Kemenag Subang ramaikan HUT ke-81 RI

94 Paket MBG langsung ditarik

Abra mengatakan laporan mengenai kondisi makanan diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah melakukan pengecekan, ia kemudian mengambil keputusan untuk menarik seluruh paket yang sudah dikirim.

Menurutnya, keputusan penarikan dilakukan sekitar pukul 08.01 WIB. Ia langsung meminta petugas yang bertanggung jawab di lapangan serta pengemudi untuk mengambil kembali paket MBG tersebut.

“Jam 08.01 saya langsung terasa (mual), 08.02 langsung saya perintahkan, hubungi seluruh PIC, hubungi driver langsung untuk menarik semuanya,” tandas Abra.

Baca Juga: Pembayaran digital Perumda Tirta Rangga Subang melonjak, dari 40 persen kini capai 83 persen

Dengan keputusan tersebut, sebanyak 94 paket MBG yang diperuntukkan bagi siswa SDN 2 Jati tidak jadi dibagikan.

Langkah penarikan dilakukan setelah pihak SPPG menemukan indikasi masalah pada sebagian menu ayam rempah.

Berdasarkan keterangan Abra, kondisi tersebut masih menjadi hasil pemeriksaan internal dan belum disebut sebagai penyebab pasti makanan mengalami perubahan kondisi.

Penarikan seluruh paket menjadi bentuk kehati-hatian pihak SPPG sebelum makanan dikonsumsi oleh para siswa.***

Halaman:

Tags

Terkini

Gus Miftah: Istana menghormati marwah ulama

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB