Dalam upaya tersebut, warga bahkan melempar galon sebagai alat bantu apung agar korban dapat bertahan.
Baca Juga: Kronologi KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, penumpang menunggu evakuasi
Namun, kondisi arus sungai yang cukup deras membuat pertolongan tersebut tidak berhasil.
Korban tetap terbawa arus hingga akhirnya hilang dari pandangan warga. Kejadian ini kemudian segera dilaporkan kepada pihak terkait agar dilakukan proses pencarian.
Pencarian masih berlangsung
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD DKI Jakarta, Basarnas, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Baca Juga: Turnamen Tembak Bupati Cup 2026 jadi ajang perkuat soliditas Forkopimda Subang
Pada hari pertama pencarian, Sabtu, 1 Agustus 2026, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu, 2 Agustus 2026 dengan memperluas area penyisiran.
Tim melakukan pencarian melalui jalur darat dari titik lokasi kejadian hingga kawasan Season City.
Selain itu, pencarian juga dilakukan menggunakan perahu LCR dengan radius sekitar 2 kilometer dari lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Namun, karena kondisi mulai gelap dan jarak pandang terbatas, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Minggu sore.
Baca Juga: Dukung Wali Kota Bandung proses hukum penebang pohon di Cihapit, LBI: Memang harus ditegakkan
Tim dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Senin, 3 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 WIB.
“Pencarian akan dilakukan kembali esok hari karena kondisi jarak pandang gelap,” tutup Marulitua.***