Rusdi menyebut sekitar 10 orang datang menggunakan sepeda motor. Mereka diduga mencari orang yang menegur sebelumnya, namun tidak menemukannya.
“Abis ditegur, enggak lama kemudian manggil abang-abangnya datang. Kurang lebih 10 orang, naik motor semua,” jelasnya.
Karena tidak menemukan orang yang dicari, kelompok tersebut diduga meluapkan emosi dengan melakukan perusakan terhadap gerobak dagangan Rusdi.
“Awalnya nanya-nanya doang, mungkin karena enggak dapet orangnya, jadi emosinya membabi buta,” tambahnya.
Meski tidak menggunakan senjata, aksi mereka menyebabkan kerusakan dan memicu bentrokan yang lebih luas di kawasan tersebut.
Gerobak rusak, Rusdi tetap ikhlas berjualan
Akibat kejadian itu, gerobak nasi uduk milik Rusdi mengalami kerusakan pada bagian roda dan kaca. Dagangannya juga sempat berserakan.
Rusdi juga mengalami luka ringan di bagian kaki akibat serpihan kaca.
“Ini yang rusak cuma kaca sama roda, masih bisa dibenerin. Saya cuma kena pecahan beling di kaki,” ujarnya.
Meski menjadi korban, Rusdi memilih bersikap ikhlas dan tetap melanjutkan aktivitas berdagang.
“Yaudah gimana lagi, sudah Suratan Ilahi. Masih bisa dagang, kerusakannya enggak parah-parah banget,” katanya.
Korban jiwa dan penanganan polisi