news

Ceritakan kronologi ucapan 'punya otak gak' ke wartawan, Hotman Paris akui sempat emosi saat dicecar soal Febrie Adriansyah

Senin, 20 Juli 2026 | 18:11 WIB
Menyoroti klarifikasi pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris usai melontarkan pernyataan tak etis ke awak media (Instagram.com/@hotmanparisoffcial)

GENMILENIAL.ID - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wartawan dan sejumlah organisasi pers atas ucapannya yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 20 Juli 2026, menyusul polemik yang muncul usai konferensi pers terkait kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

"Pernyataan maaf dari saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya," ujar Hotman.

Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah belum ditahan, pakar sorot dugaan tebang pilih hingga janggalnya penanganan kasus

"Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lo punya otak gak sih?'," sambungnya.

Ngaku emosi saat dicecar pertanyaan

Hotman kemudian menjelaskan kronologi di balik ucapannya yang menuai kontroversi tersebut. Ia mengaku saat itu berada dalam kondisi emosional karena terus dicecar pertanyaan oleh wartawan.

Menurutnya, ia sudah berulang kali menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Namun, pertanyaan serupa tetap dilontarkan secara beruntun.

"Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak balik mengatakan saya tidak tahu," ungkapnya.

Baca Juga: Sempat ngaku enggan dibayar jadi pengacara Febrie Adriansyah, tabiat asli Hotman Paris justru kini dibongkar sang anaknya

Singgung dugaan hidden agenda

Lebih lanjut, Hotman menyinggung bahwa salah satu pertanyaan yang diajukan wartawan berkaitan dengan dugaan adanya hidden agenda atau agenda tersembunyi dari institusi penegak hukum dalam kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab hal tersebut, sehingga merasa tertekan saat terus diminta memberikan tanggapan.

"Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin bertanya apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini