Baca Juga: Wisata VW dan offroad Ciater Subang kian diminati, tawarkan sensasi alam sejuk bebas polusi
Ucapan tersebut langsung menuai kecaman dari warganet karena dinilai tidak pantas dan berpotensi memicu konflik sosial.
“Orang Bali orang kaya-kaya, bukan kayak kamu, orang miskin. Kamu orang miskin nggak makan di Jawa, nyari uang di Bali,” ucap penjahit dalam video tersebut.
Selain itu, terdengar pula ejekan yang memperkeruh suasana.
Banyak pihak menilai bahwa persoalan awal yang seharusnya bisa diselesaikan secara profesional justru melebar menjadi konflik personal yang sensitif.
Baca Juga: Prabowo siap luncurkan motor listrik nasional, harap petani ikut rasakan manfaatnya
Ancaman hingga klarifikasi penjahit
Tak hanya soal dugaan rasisme, penjahit juga diduga melontarkan ancaman kepada pelanggan.
Dalam video tersebut, ia menyebut bisa mengirim orang untuk mendatangi bahkan memukul pelanggan di tempat kerja.
Ucapan tersebut semakin memancing reaksi keras dari publik karena dinilai sudah masuk ranah intimidasi.
Sementara itu, dalam klarifikasinya melalui unggahan di akun Instagram @aryawedakarna, penjahit bernama Sintya mengaku emosi karena merasa diburu-buru saat sedang makan.
Baca Juga: Surat MenPAN-RB untuk ASN jadi sorotan, ajak jaga integritas di tengah kritik soal mentalitas
Menurutnya, pelanggan tidak bersedia menunggu sekitar 15 menit hingga ia selesai makan.
“Dia yang salah, bukan saya yang salah. Orang minta disuruh nunggu 15 menit saja nggak mau,” ujarnya dalam video klarifikasi.
Reaksi publik dan desakan penyelesaian