GENMILENIAL.ID — Keluhan warga terkait aliran air bersih yang mengecil saat musim kemarau akhirnya mendapat penjelasan dari Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang.
Kondisi ini disebut terjadi karena ketidakseimbangan antara pasokan air baku dan tingginya kebutuhan masyarakat di tengah cuaca panas.
Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
“Curah hujan yang minim menyebabkan debit sumber air baku menurun drastis, sehingga volume air yang bisa diolah menjadi lebih terbatas,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Subang soroti keterbatasan fiskal, fraksi dorong strategi inovatif di KUA-PPAS 2027
Pasokan menurun, konsumsi meningkat
Lukman menjelaskan, di saat pasokan air menurun, kebutuhan masyarakat justru meningkat signifikan untuk berbagai aktivitas harian.
“Penggunaan air untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan lainnya meningkat, sehingga terjadi kondisi pasokan menurun tetapi kebutuhan meningkat,” katanya.
Kondisi tersebut membuat distribusi air menjadi lebih menantang, terutama dalam menjaga tekanan air agar tetap stabil di seluruh wilayah layanan.
Faktor teknis pengaruhi distribusi
Selain faktor utama, Perumda TRS juga mengungkap adanya faktor teknis yang memengaruhi tekanan air di rumah pelanggan.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka soroti Wabup Lombok Tengah yang menjenguk tersangka pembakaran santri
“Jarak dari reservoir, ketinggian wilayah, serta penggunaan air secara bersamaan pada jam sibuk sangat memengaruhi tekanan air di jaringan,” jelas Lukman.
Ia menambahkan, wilayah yang lebih tinggi atau jauh dari instalasi pengolahan air cenderung mengalami tekanan yang lebih kecil dibandingkan wilayah lainnya.