“Bimba itu seperti kursus, bukan pengganti sekolah. Anak tetap harus ikut PAUD atau TK agar mendapatkan pondasi yang lengkap,” jelasnya.
Meski demikian, ia tidak melarang anak mengikuti bimbingan belajar, selama tetap menjadikan PAUD sebagai pendidikan utama.
MPLS jadi awal pembentukan karakter anak
Sementara itu, kegiatan MPLS di TK/PAUD Yos Sudarso diikuti oleh 72 peserta didik baru yang terdiri dari Kelompok Bermain, TK A, dan TK B.
Mengusung tema “Learning with Fun, Learning by Doing”, MPLS dilaksanakan selama lima hari dengan pendekatan belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Kepala TK Yos Sudarso, Yanuarti Retno Utami, mengatakan bahwa MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membiasakan anak pada kebiasaan positif sejak dini.
“Anak-anak diajak berolahraga, bermain, dan berinteraksi agar cepat beradaptasi dengan lingkungan baru,” ujarnya.
Libatkan orang tua dalam tumbuh kembang anak
Ega juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Ia meminta orang tua aktif berkolaborasi dengan pihak sekolah.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan guru menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak dan bangun komunikasi dengan guru. Kolaborasi ini sangat penting,” pesannya.
Ia berharap melalui gerakan wajib belajar 1 tahun prasekolah, tidak ada lagi anak di Kabupaten Subang yang tertinggal dari layanan pendidikan usia dini.