GENMILENIAL.ID – Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menyoroti masih adanya anak yang masuk Sekolah Dasar (SD) tanpa melalui pendidikan prasekolah.
Ia pun mendorong agar program wajib belajar 1 tahun prasekolah benar-benar diterapkan secara luas.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK/PAUD Yos Sudarso, Kabupaten Subang, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Ega, pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial atau golden age yang menentukan perkembangan anak ke depan, sehingga tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Izin berlapis saat akan menemui santri korban pembakaran, pengacara: Jujur merasa ada kejanggalan
Soroti pentingnya fondasi sebelum masuk SD
Ega menegaskan bahwa PAUD atau TK bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, melainkan juga membentuk karakter dasar anak.
Ia menyebut, kemampuan bersosialisasi, kemandirian, hingga kesiapan mental anak justru dibangun sejak jenjang prasekolah.
“Pendidikan prasekolah adalah fondasi penting. Anak harus punya kesiapan sebelum masuk SD,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Subang untuk memastikan anak mengikuti pendidikan PAUD atau TK sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Singgung perbedaan PAUD dan bimbingan belajar
Dalam kesempatan tersebut, Ega juga menyinggung fenomena anak yang hanya mengikuti bimbingan belajar seperti Bimba tanpa mengenyam pendidikan formal PAUD.
Ia menegaskan bahwa bimbingan belajar tidak bisa menggantikan peran PAUD karena tidak terintegrasi dalam sistem pendidikan resmi.