“Namun, tiket kami dari Jakarta ke Manokwari belum ada kepastian,” lanjut keterangan tersebut.
Anggota kontingen bahkan berangkat dalam waktu berbeda, yakni pukul 16.30 WIB dan 19.00 WIB, dengan harapan tetap bisa sampai ke lokasi lomba.
Baca Juga: Wisata Subang jadi magnet liburan sekolah, D’Castello diserbu wisatawan keluarga
“Dengan tiket tersebut, kami berangkat dengan keyakinan pasti sampai ke Manokwari,” sambungnya.
Dilempar antar maskapai, tiket ternyata belum dibayar
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, situasi semakin membingungkan. Informasi penerbangan beberapa kali berubah, baik maskapai maupun gate keberangkatan.
Setelah dilakukan pengecekan, terungkap bahwa tiket menuju Manokwari belum dibayarkan oleh pihak travel.
“Maskapai meminta kode booking, setelah kami beri yang dari pihak travel, ternyata kode booking tersebut belum ter-payment. Di situ waktu terakhir kami yang tidak mungkin lagi kami bisa berangkat,” jelasnya.
Baca Juga: Viral oknum nakes konten bayi NICU, tuai kecaman hingga berujung resign
Mereka juga mengaku sempat diarahkan ke berbagai maskapai secara bergantian.
“Setibanya kami di Jakarta, kami diarahkan ke maskapai Lion, beberapa jam kemudian diarahkan ke Batik Air. Tidak lama, kami diarahkan lagi ke Garuda. Seperti bola lempar sana-sini,” tulis akun Instagram @rutcahyana04.
Sudah dilepas resmi oleh wagub
Ironisnya, sebelum keberangkatan, kontingen Pesparawi Kepri ini telah dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura pada 16 Juni 2026.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan terkait koordinasi serta tanggung jawab dalam pengelolaan keberangkatan kontingen untuk ajang nasional tersebut.***