GENMILENIAL.ID – Publik tengah menyoroti kabar duka yang menimpa tiga calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang wafat usai mengikuti pelatihan dasar militer (Latsarmil).
Kasus ini menjadi perbincangan luas di media sosial karena para peserta yang mengikuti program tersebut justru pulang dalam kondisi meninggal dunia.
Korban terbaru diketahui bernama Novia Rahmadhani Sitohang, calon manajer KNMP yang sempat menjalani pelatihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Novia sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.
Sebelumnya, dua peserta lain, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, juga dilaporkan wafat usai mengikuti program serupa.
Istana pastikan evaluasi program
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menyatakan bahwa pemerintah akan menangani kasus ini dengan serius dan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Tentu hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu akan ditangani sebaik-baiknya,” ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca Juga: Menyoroti pembantaran penahanan Yaqut, sang istri ungkap sudah sesuai rekomendasi medis
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa program Kopdes Merah Putih tetap akan dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan dan mitigasi risiko ke depan.
“Program Koperasi Merah Putih ini tentu tetap lanjut,” tegasnya.
Latsarmil jadi sorotan
Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) turut menjadi sorotan karena mewajibkan peserta mengikuti Latsarmil sebelum ditempatkan sebagai manajer koperasi desa maupun kampung nelayan.