Puluhan kilogram adonan terbuang
Kerugian lebih besar diungkapkan akun @nadyafrahman_ yang mengaku harus membuang sekitar 16 kilogram adonan tepung akibat pemadaman listrik tanpa pemberitahuan.
Baca Juga: Viral dugaan pembakaran sampah SPPG di Kudus dekat permukiman, warga keluhkan asap dan bau menyengat
“Kurang lebih 16 kilogram tepung harus terbuang sia-sia. Efek mati lampu tanpa pemberitahuan,” tulisnya.
Ia juga menyoroti ketidakpastian informasi dari pihak penyedia listrik, yang sebelumnya sempat memberikan pemberitahuan pemadaman namun tidak terjadi, sementara pemadaman justru terjadi tanpa informasi.
“Pekan kemarin sudah diinformasikan akan ada pemadaman, tapi tidak jadi. Giliran sekarang tidak ada info apa-apa, tiba-tiba mati lampu lama banget,” jelasnya.
Warganet pertanyakan kompensasi
Viralnya keluhan para pelaku UMKM ini memicu reaksi warganet yang mempertanyakan tanggung jawab dan kompensasi dari pihak PLN.
Baca Juga: 199 Siswa lulus, pelepasan SMPN 1 Serangpanjang berlangsung meriah berkat inisiatif siswa
Sejumlah warganet menilai pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sangat merugikan, terutama bagi usaha kecil yang bergantung pada proses produksi berbasis listrik.
“Bisa nggak sih UMKM minta ganti rugi ke PLN? Pemadaman tanpa pemberitahuan itu sangat merugikan,” tulis akun @evi_oktavia76.
Warganet lain juga menyoroti ketimpangan dampak antara usaha besar dan kecil.
“Mungkin perusahaan besar tidak terlalu terasa, tapi bagi kami yang modalnya terbatas, listrik mati saat produksi jelas bikin rugi besar,” tulis akun lainnya.
Baca Juga: 4 Fakta laporan terbaru kasus Hanania Travel, jumlah korban tembus 1.286 orang
Tak sedikit pula yang mempertanyakan kemungkinan langkah hukum yang bisa ditempuh oleh para pelaku UMKM.