Ia juga menyebut lokasi pembakaran berada di area yang berdekatan dengan rumah warga serta fasilitas pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), sehingga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar, terutama anak-anak sekolah.
Damkar dikerahkan padamkan api
Dalam unggahan lanjutan, disebutkan bahwa kebakaran akibat pembakaran sampah tersebut sempat ditangani oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Tiga unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman dan pengendalian api.
Namun, warga mengungkapkan bahwa api sempat kembali muncul pada malam hari setelah proses pemadaman dilakukan.
Hal ini diduga terjadi karena masih adanya sisa bara yang belum sepenuhnya dipadamkan secara tuntas.
Warga minta penertiban dan solusi
Warga sekitar berharap adanya penanganan dari pihak terkait agar aktivitas pembakaran sampah tersebut dapat dihentikan atau dikelola dengan cara yang lebih aman.
Mereka menilai praktik pembakaran terbuka di dekat permukiman sudah tidak layak dilakukan karena berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Sejumlah warganet juga mendorong agar kasus ini segera dilaporkan ke perangkat desa hingga dinas lingkungan hidup setempat untuk dilakukan peninjauan dan penertiban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG yang diduga terlibat maupun instansi terkait di Kudus mengenai viralnya kejadian tersebut.***