Ia juga menyebut lokasi pembakaran berada di area yang berdekatan dengan rumah warga serta fasilitas pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), sehingga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar, terutama anak-anak sekolah.
Damkar dikerahkan padamkan api
Dalam unggahan lanjutan, disebutkan bahwa kebakaran akibat pembakaran sampah tersebut sempat ditangani oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Tiga unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman dan pengendalian api.
Namun, warga mengungkapkan bahwa api sempat kembali muncul pada malam hari setelah proses pemadaman dilakukan.
Hal ini diduga terjadi karena masih adanya sisa bara yang belum sepenuhnya dipadamkan secara tuntas.
Warga minta penertiban dan solusi
Warga sekitar berharap adanya penanganan dari pihak terkait agar aktivitas pembakaran sampah tersebut dapat dihentikan atau dikelola dengan cara yang lebih aman.
Mereka menilai praktik pembakaran terbuka di dekat permukiman sudah tidak layak dilakukan karena berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Sejumlah warganet juga mendorong agar kasus ini segera dilaporkan ke perangkat desa hingga dinas lingkungan hidup setempat untuk dilakukan peninjauan dan penertiban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG yang diduga terlibat maupun instansi terkait di Kudus mengenai viralnya kejadian tersebut.***
Artikel Terkait
Gus Miftah soroti pelaksanaan MBG, ingatkan pejabat dan petugas SPPG jaga amanah program presiden
196 SPPG di Subang, baru 55 kantongi SLHS, 185 sudah jalani uji lab, masih ada catatan teknis
Usai MBG bakal disetop ke sekolah elite, bagaimana dengan jumlah SPPG yang kini membengkak 6.877 titik?
ICW soroti Sony Sonjaya yang ingin jadi JC kasus dugaan jual beli titik SPPG: Biarkan dia bersuara dan membongkar
Viral supplier curhat alasan menolak kerja sama SPPG: Dari minta harga rendah hingga nota kosongan
Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?
Usulkan pecah dapur SPPG, CEO Promedia Group: Optimalkan UMKM dan katering warga untuk program makan siang warga kurang mampu