Baca Juga: Momen Wamen Imipas Silmy Karim serahkan diri ke KPK, ricuh saat ajudan dorong wartawan
Menurutnya, virus campak dapat menular melalui udara atau airborne, sehingga sangat mudah menyebar di kerumunan.
“Penularannya itu airborne atau bisa lewat udara. Ketika pasien campak ini ngomong, batuk, bersin, virusnya bisa tahan di udara dan juga menempel di permukaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa virus dapat menempel di berbagai benda seperti kursi, pegangan, hingga pakaian, sehingga memperbesar risiko penyebaran.
“Akan lebih parah lagi jika ini terjadi dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk. Bisa ngerugiin banyak orang,” tegasnya.
Baca Juga: Polres Subang gelar sertijab Kapolsek Cibogo dan Purwadadi, berikut perubahan jabatannya
Pengakuan penonton: Tetap datang karena merasa membaik
Dalam utas yang beredar, penonton tersebut mengaku awalnya pasrah karena mengalami campak beberapa hari sebelum konser. Ia bahkan sempat berpikir tidak bisa menghadiri acara tersebut.
“Masih nggak nyangka kemarin bisa punya kesempatan nonton F4, karena H-3 aku kena campak dengan kondisi kulit sebadan kayak gini dan menular banget,” tulisnya.
Namun, menjelang hari konser, ia merasa kondisinya membaik dan memutuskan tetap datang.
“Gue dikasih sembuh dan bisa nonton sedeket ini,” tulisnya lagi dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Di pelosok Cupunagara, Kang Rey temui warga yang hidup di tengah ancaman tanah bergerak
Jadi sorotan di tengah upaya tekan kasus campak
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya pemerintah dalam menekan penyebaran campak di Indonesia.
Tindakan menghadiri acara publik saat masih berpotensi menularkan penyakit dinilai berisiko besar bagi kesehatan masyarakat.