GENMILENIAL.ID - Media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang penonton konser F4 FOREVER di Jakarta yang mengaku tetap datang ke acara meski sedang sakit campak.
Unggahan tersebut viral dan memicu reaksi keras dari warganet hingga tenaga medis karena dinilai berpotensi membahayakan banyak orang.
Utas itu diunggah oleh akun Threads @theolawp dalam topik 'gratefulheart'.
Dalam unggahannya, ia mengaku tetap bersyukur bisa menonton konser meski sebelumnya mengalami gejala campak dengan kondisi tubuh dipenuhi ruam merah.
Baca Juga: Secarik surat Sony Sonjaya untuk Nanik S Deyang, diunggah usai ditetapkan tersangka oleh Kejagung
Pengakuan tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena yang bersangkutan sadar bahwa penyakit campak bersifat menular.
Dokter ingatkan risiko penularan tinggi
Menanggapi hal tersebut, dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata menegaskan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi.
“Dengan 1 orang itu bisa menularkan ke 12–18 orang di sekitarnya. Masa penularannya juga lama, sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul hingga 4 hari setelahnya,” tulisnya dalam unggahan di media sosial, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca Juga: Kebakaran hanguskan 30 rumah di Johar Baru Jakpus, 240 jiwa terdampak dan mengungsi
Ia menjelaskan bahwa jika gejala muncul beberapa hari sebelum konser, maka kemungkinan besar penonton tersebut masih berada dalam fase menular saat menghadiri acara.
“Artinya, kalau memang timeline sakitnya H-3 konser seperti di postingan, orang ini nonton konser dalam kondisi masih menularkan campak. Kebayang nggak tuh seberapa banyak yang bisa tertular,” lanjutnya.
Risiko penularan lebih besar di ruang tertutup
Dokter lainnya, Dion Haryadi, turut menyoroti potensi penularan yang semakin tinggi karena konser digelar di venue yang cenderung tertutup dan dipenuhi banyak orang.