Dedi Mulyadi soroti modus ‘pocong’
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara terkait fenomena ini.
Ia menilai kemunculan ‘pocong keliling’ sudah sangat meresahkan masyarakat dan harus segera diantisipasi bersama.
“Ini memang menjadi hal yang meresahkan warga,” kata Dedi Mulyadi melalui unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Selasa (26/5/2026).
Ia mencontohkan kejadian di Lembang, Bandung, di mana seseorang berpakaian pocong sempat ditertibkan oleh Satpol PP karena mengganggu ketertiban umum.
“Kalau di Lembang, di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah. Harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat,” ujarnya.
Baca Juga: Pengantin korban penipuan WO Marwah di Bekasi lapor polisi, sebut kerugian capai Rp85,5 juta
Dedi juga mengungkapkan bahwa modus tersebut kini semakin beragam dan terjadi di berbagai daerah.
“Ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada yang mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus,” ungkapnya.
Siskamling jadi kunci pencegahan
Menurut Dedi, apa pun motif di balik aksi tersebut, baik sekadar iseng, meminta-minta, maupun tindak kriminal, semuanya tetap menimbulkan keresahan.
“Bisa modusnya minta-minta, bisa pencurian atau perampokan, bisa juga iseng, tetapi ketiganya meresahkan,” tegasnya.
Baca Juga: WO Marwah dikuliti eks karyawan, gaji telat hingga ancaman UU ITE terungkap
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah pencegahan.