news

Viral ‘pocong keliling’ resahkan warga, diduga modus teror hingga perampokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:37 WIB
Menyoroti kasus teror pocong keliling yang diduga jadi modus kejahatan baru hingga viral di media sosial (Instagram.com/@pandemictalks)

Dedi Mulyadi soroti modus ‘pocong’

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara terkait fenomena ini.

Baca Juga: Diduga gara-gara game, tempurung kepala siswa SMP di Singkawang pecah karena dipukul temannya sendiri pakai palu

Ia menilai kemunculan ‘pocong keliling’ sudah sangat meresahkan masyarakat dan harus segera diantisipasi bersama.

“Ini memang menjadi hal yang meresahkan warga,” kata Dedi Mulyadi melalui unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Selasa (26/5/2026).

Ia mencontohkan kejadian di Lembang, Bandung, di mana seseorang berpakaian pocong sempat ditertibkan oleh Satpol PP karena mengganggu ketertiban umum.

“Kalau di Lembang, di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah. Harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat,” ujarnya.

Baca Juga: Pengantin korban penipuan WO Marwah di Bekasi lapor polisi, sebut kerugian capai Rp85,5 juta

Dedi juga mengungkapkan bahwa modus tersebut kini semakin beragam dan terjadi di berbagai daerah.

“Ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada yang mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus,” ungkapnya.

Siskamling jadi kunci pencegahan

Menurut Dedi, apa pun motif di balik aksi tersebut, baik sekadar iseng, meminta-minta, maupun tindak kriminal, semuanya tetap menimbulkan keresahan.

“Bisa modusnya minta-minta, bisa pencurian atau perampokan, bisa juga iseng, tetapi ketiganya meresahkan,” tegasnya.

Baca Juga: WO Marwah dikuliti eks karyawan, gaji telat hingga ancaman UU ITE terungkap

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah pencegahan.

Halaman:

Tags

Terkini