“Korban terbawa material longsor dan sampai saat ini masih dalam pencarian. Dalam satu rombongan ada lima orang,” kata Udin.
Dua korban yang hilang diketahui bernama Alda Apriliani (22 tahun), warga Cikampek, dan Winda Limbong (20 tahun), warga Kosambi, Karawang.
Sementara tiga rekannya selamat, yakni Sinta Bela (28 tahun), Sari Nengsih (25 tahun), dan Sulistia (20 tahun).
Saksi yang merupakan rekan korban menyebut sempat terdengar suara gemuruh air sebelum longsor terjadi.
Tidak lama kemudian, tanah dan material tebing runtuh dan langsung menyeret korban.
Saksi sempat ingatkan korban
Seorang saksi lain bernama Elza, wisatawan asal Purwakarta, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di lokasi memang sudah sangat ekstrem sejak awal.
Ia bahkan sempat berinteraksi dengan korban dan mengingatkan agar segera turun demi menghindari risiko bahaya, meski tidak berada dalam satu rombongan.
“Awalnya terdengar suara air sangat deras, tidak lama kemudian longsor terjadi. Korban langsung terbawa material, dan jalur tertutup total,” tutur Udin menirukan keterangan saksi.
Pencarian dihentikan sementara
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Tagana, dan warga setempat langsung melakukan pencarian.
Namun hingga pukul 19.30 WIB, kedua korban belum ditemukan dan diduga masih tertimbun longsoran yang mengarah ke aliran Sungai Cileat.