Sumber tersebut berpotensi mengalami penurunan debit saat musim kemarau. Namun sejauh ini, kondisi kekeringan ekstrem belum pernah terjadi di lokasi tersebut.
“Semoga saja di musim kemarau ini tidak mengalami kekeringan, sehingga debit airnya tetap normal,” katanya.
Baca Juga: Josepha Alexandra cs tiba di Jakarta usai viral protes LCC Kalbar, dijadwalkan temui ketua MPR
Lebih beruntung dibanding daerah lain
Selain dari sumber mata air, suplai air baku dari aliran Sungai Tarum Timur yang digunakan untuk wilayah Pantura Subang juga masih tergolong aman.
Kondisi ini berbeda dengan daerah lain seperti Indramayu dan Cirebon yang kerap mengalami penurunan debit air secara drastis saat musim kemarau.
Menurut Nana, posisi geografis Subang menjadi salah satu faktor keuntungan tersendiri.
“Kebetulan Subang diuntungkan karena berada di tengah-tengah, tidak seperti Indramayu atau Cirebon,” jelasnya.
Peluang optimalkan potensi air
Dengan kondisi debit air yang melimpah, Perumda TRS memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan sumber air baku ke depan.
Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga untuk memperluas jangkauan layanan air bersih bagi masyarakat.
Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan air secara bijak, terutama saat musim kemarau mulai berlangsung.***