Baca Juga: 321 WNA digerebek di Jakbar terkait judi online, masuk RI pakai visa wisata
Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan prototype aktivasi ruang kota berbasis kolaborasi.
“Gerakan ini bukan sekadar event, tetapi prototype bagaimana ruang kota dapat diaktivasi secara positif, artistik, kondusif, dan kolaboratif,” lanjutnya.
Dapat apresiasi jejaring nasional
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai aktivasi ruang publik penting untuk mendekatkan kreativitas dengan masyarakat.
“Aktivasi ruang publik seperti ini penting untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Malang memiliki energi komunitas yang kuat,” ucapnya.
Baca Juga: Polres Subang gelar KRYD gabungan, sasar motor bodong hingga antisipasi kejahatan C3
Sementara itu, Focal Point UNESCO Media Arts Kota Malang, Amar Alphabet, menegaskan bahwa media arts tidak hanya soal teknologi, tetapi juga membangun relasi antara masyarakat dan ruang kota.
“Media arts bukan hanya tentang teknologi visual, tetapi bagaimana kreativitas membangun hubungan baru antara masyarakat, ruang kota, dan masa depan budaya digital,” jelasnya.
Resmikan Malang Media Arts Community
Momentum kegiatan ini juga menjadi penanda lahirnya Malang Media Arts Community (MMAC), komunitas baru yang akan menjadi mitra MCF dalam pengembangan ekosistem media arts di Kota Malang.
Peresmian MMAC mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang sebagai bagian dari penguatan jejaring ekonomi kreatif.
Baca Juga: Viral guru pengganti di Jakarta gadaikan laptop siswa, modus pinjam untuk tugas sekolah
Acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan kolaboratif bertajuk “Spiral Space” yang menghadirkan seniman muda seperti Fisal, DJ Rissba, dan Wara Valerie, serta immersive visual performance oleh Enggal Studio.
Sebelum kegiatan dimulai, para peserta juga melakukan aksi bersih-bersih taman sebagai bentuk kepedulian terhadap ruang publik.