Road to Malang menyala hidupkan 'Passive Space' kota, sekaligus resmikan komunitas media arts

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 11 Mei 2026 | 12:34 WIB
Aktivasi media arts menghidupkan passive space kota melalui kolaborasi visual dan musik di Taman Spiral Kota Malang, Sabtu, 9 Mei 2026 malam (Dok. ICCN)
Aktivasi media arts menghidupkan passive space kota melalui kolaborasi visual dan musik di Taman Spiral Kota Malang, Sabtu, 9 Mei 2026 malam (Dok. ICCN)

GENMILENIAL.ID – Komunitas Malang Creative Fusion (MCF) sukses menggelar kegiatan “Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation” di Taman Spiral, Kota Malang, Sabtu 9 Mei 2026 malam.

Kegiatan aktivasi ruang publik berbasis media arts ini berlangsung kondusif dan kreatif, serta mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari komunitas kreatif, pegiat budaya, teknologi, media, hingga jejaring kota kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Polisi buru sponsor sindikat judol internasional di Jakbar, satu WNI pernah kerja di Kamboja

Hidupkan ruang publik lewat media arts

'Road to Malang Menyala' menjadi bagian dari gerakan aktivasi ruang publik melalui pendekatan media arts seperti immersive visual, projection mapping, ambient music, hingga eksplorasi artistik ruang kota.

Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts.

Sejumlah perwakilan hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Camat Klojen Willstar Sinaga, Focal Point UNESCO Amar Alphabet, perwakilan Diskominfo Kota Malang Pandu, Disporapar Kota Malang Laode, serta Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Vicky Arief.

Baca Juga: Viral Hiace hilang kendali di jalur Bromo, tabrak 4 mobil hingga tiang listrik

Anggota DPRD Kota Malang Arif Wahyudi juga turut hadir memantau langsung kegiatan tersebut.

Konsep 'Passive Space' diperkenalkan

Dalam kesempatan ini, MCF memperkenalkan konsep “Passive Space”, yakni ruang-ruang kota yang belum dimanfaatkan secara optimal namun memiliki potensi besar untuk dihidupkan melalui kreativitas.

Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menjelaskan bahwa tidak ada ruang negatif di Kota Malang, melainkan ruang pasif yang bisa diaktivasi.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X