“Biasanya pengerjaan bisa selesai dalam waktu tiga sampai empat hari, tergantung kondisi bangunan,” jelasnya.
Baca Juga: Pria asal Madiun tewas jatuh dari lantai 20 hotel di Surabaya, polisi dalami penyebabnya
Dengan dukungan tim sekitar enam orang, proses penggantian atap di rumah tersebut berhasil diselesaikan dengan cepat dan rapi.
Alduro dinilai lebih sejuk dan aman
Setelah penggantian atap, perubahan signifikan langsung dirasakan oleh penghuni rumah.
Suhu di dalam ruangan menjadi lebih sejuk dibandingkan saat masih menggunakan atap seng dan asbes.
“Sekarang bagian belakang rumah jadi lebih adem. Dulu panas sekali, sekarang jauh lebih nyaman,” ungkap Septya.
Baca Juga: Penumpang KRL pergoki pria sembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran, diduga lakukan pelecehan
Atap Alduro diketahui memiliki ketebalan hingga 5 mm dan mampu meredam panas, sehingga suhu dalam rumah dapat lebih stabil meski kondisi di luar cukup terik.
Selain itu, material yang digunakan juga dinilai lebih aman bagi kesehatan karena tidak mengandung serat berbahaya seperti pada asbes.
Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli, sebelumnya menyebut bahwa penggunaan material yang lebih modern dapat mengurangi risiko gangguan pernapasan.
“Dari sisi kesehatan, Alduro lebih aman dibandingkan asbes yang berisiko bagi sistem pernapasan,” ujarnya.
Baca Juga: Camping Kreatif Buton Tengah 2026 himpun 152 pelaku ekraf, dorong kolaborasi dan promosi wisata
Dukung pengurangan sampah plastik
Tidak hanya fokus pada hunian sehat, program ini juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular.