Menurutnya, kesalahan dalam memahami konten digital seperti ini dapat memicu kesimpulan yang keliru jika tidak disertai verifikasi yang matang.
Alarm bahaya hoaks di era AI
Qodari menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan serius terkait maraknya penyebaran hoaks, terlebih dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan yang mampu memanipulasi konten secara meyakinkan.
“Ini menjadi alarm bahaya hoaks di era AI. Bahkan tokoh senior sekalipun bisa terjebak jika tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh,” tandasnya.
Baca Juga: Kunjungan PT Taspen ke Promedia Group Bandung, bahas industri media hingga layanan pensiun
Ia pun mengingatkan pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa kehati-hatian dalam menyikapi informasi di era digital menjadi hal krusial untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan berbagai pihak.***