Hoax isu 109 ton emas palsu baru-baru ini, PT Antam pernah bilang begini

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 9 Maret 2025 | 08:30 WIB
Cek fakta isu emas palsu yang diedarkan PT Antam (Instagram.com/antamlogammulia)
Cek fakta isu emas palsu yang diedarkan PT Antam (Instagram.com/antamlogammulia)

GENMILENIAL.ID - Belakangan ini, media sosial kembali diramaikan oleh isu pemalsuan emas yang dikaitkan dengan PT Antam.

Sejumlah unggahan di platform X mengajak masyarakat untuk mengecek ulang keaslian emas Antam yang mereka miliki, menimbulkan keresahan di kalangan investor dan pemilik logam mulia.

Tak hanya itu, narasi tersebut juga disebarkan sejumlah akun di antaranya: “folkmedsos” (arsip), "putr4_k0n0h4” (arsip) “reelsmajeliskopi08”,“kotamagelang_info”, “psstore_surabayaa”, “tuwaga.id”,“info.pesisir.selatan”,“side.storys”, dan “danielsugiarto.ds”, secara serentak dalam satu pekan terakhir.

Baca Juga: Awas salah info! beredar isu 109 ton emas palsu Antam di media sosial, ini fakta sebenarnya

Beberapa unggahan tersebut juga melampirkan foto dan video yang dinarasikan sebagai penangkapan enam petinggi PT Antam terkait kasus pemalsuan emas sebanyak 109 ton.

“Breaking news!. Setelah PT. Pertamina mengedarkan Pertamax palsu, kini giliran PT. Antam mengedarkan emas palsu. INI BUMN SEMUA, LHO! Rakyat semakin tidak percaya kepada pemerintah. Rupiah, Anjlok. Makan Siang Gratis, keracunan. LPG, dibikin langka. Pertamax, dioplos. Emas, dipalsukan,” bunyi keterangan salah satu unggahan pada Rabu 5 Maret 2025.

Namun, benarkah emas Antam yang beredar di pasaran merupakan emas palsu?

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, informasi ini ternyata bukan berita baru.

Baca Juga: Hotman Paris sehat kembali dan sebut rivalnya salah lawan, Razman Nasution: Kiai dari Sumenep ikut mendoakan saya

Kasus ini telah diungkap Kejaksaan Agung sejak 4 Juni 2024.

Kejagung menetapkan enam mantan General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLM) PT Antam sebagai tersangka atas dugaan korupsi tata kelola emas periode 2010-2022.

Para tersangka diduga telah mencetak dan mengedarkan logam mulia bermerek Antam secara ilegal dengan total 109 ton emas.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, menjelaskan bahwa para tersangka secara melawan hukum membubuhkan merek Logam Mulia (LM) Antam pada emas yang sebenarnya diproduksi oleh pihak swasta.

Baca Juga: Hotman Paris kembali jalani sidang setelah dirawat di Singapura, Razman: Ambulans sudah siap

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X