Salah satu guru SDN Sukaratu 5, Rika, mengungkapkan bahwa saat kejadian para siswa tidak sempat menghindar.
“Anak-anak lagi jajan, ada mobil di depan, nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak. Anak-anak sudah ada yang di kolong mobil, berdarah-darah sampai ada yang kritis,” ujar Rika.
Ia juga menyebut bahwa pengemudi mobil merupakan kepala dinas dan saat kejadian menggunakan selang oksigen karena kondisi sakit.
Polisi dalami kondisi pengemudi
Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad menyatakan bahwa kendaraan yang digunakan merupakan mobil pribadi.
Polisi saat ini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kesehatan pengemudi.
“Kami menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5 yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai saudara Ahmad Mursidi yang menabrak anak sekolah, dia berprofesi sebagai ASN,” ujar Surya.
“Untuk pengamatan awal seperti sakit, untuk bukti sakit tidaknya kita buktikan secara medis. Untuk sakit belum bisa simpulkan, masih kita dalami lebih lanjut,” tambahnya.
Pemkab tanggung biaya pengobatan
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani telah menjenguk korban di RSUD Berkah Pandeglang dan memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah.
“Sehat-sehat, ibu pastiin ini semua gratis,” ujar Dewi kepada salah satu korban.
Ia juga memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan di lingkungan sekolah serta pentingnya pengawasan terhadap kondisi pengemudi saat berkendara.***