Unggahan tersebut juga mendapat lebih dari 6.000 komentar. Banyak warganet menyoroti respons penumpang lain di dalam gerbong yang dinilai kurang menunjukkan empati terhadap terduga korban.
Baca Juga: Terobosan KUR berbasis kekayaan intelektual, pelaku ekraf bisa ajukan modal tanpa agunan fisik
“Ini abangnya dilecehin? Wajar nggak sih kalau dia marah? Kenapa kalau korbannya laki-laki pada banyak yang nggak terima? Padahal laki-laki kan bisa jadi korban juga,” tulis akun @bun*********5
“Gue gedeg banget liatnya, pada diem aja padahal jadi korban pelecehan loh, malah lebih nyolot ke korban,” tulis akun @adh*******5
“Korban kok malah jadi kayak tersangka? Terus tersangkanya malah didiemin, padahal korban marah ya wajar. Apa karena pria jadi tindakan pelecehan dinormalisasi?” tulis akun @rya****k
Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai kesadaran terhadap pelecehan, termasuk kemungkinan laki-laki menjadi korban, serta pentingnya empati dan respons cepat dari lingkungan sekitar dalam situasi serupa.***