Pramono janji evaluasi metode pemusnahan
Menanggapi kritik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan melakukan evaluasi dengan melibatkan para ahli.
“Ada saran kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli menyesuaikan tata caranya,” ujar Pramono.
Ia juga mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di Jakarta sudah sangat tinggi.
“Ikan sapu-sapu ini di biotik air Jakarta sudah lebih dari 60 persen, bahkan KKP sebenarnya melaporkan kepada saya sudah lebih dari 70 persen,” jelasnya.
Menurutnya, pembersihan ikan sapu-sapu menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Baca Juga: Motor Suzuki Thunder terbakar di SPBU Ciledug, diduga akibat bensin meluap
Populasi masif, pembersihan akan dilakukan rutin
Pramono menyebutkan, penangkapan terbesar dilakukan di wilayah Jakarta Selatan, dengan lebih dari 3,5 ton dari total sekitar 6,5 ton hasil tangkapan.
Ke depan, program pembersihan ikan sapu-sapu akan dilakukan secara rutin dan masuk dalam kegiatan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Sementara itu, proses pemusnahan ikan hasil tangkapan diawasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian untuk mencegah penyalahgunaan, seperti diperjualbelikan.
Polemik ini pun menyoroti pentingnya keseimbangan antara upaya pelestarian lingkungan dan penerapan metode yang tetap memperhatikan aspek kemanusiaan serta etika terhadap hewan.***