Keluhan semakin memuncak karena aktivitas tersebut kerap berlangsung hingga larut malam, bahkan dini hari.
Baca Juga: Anggota DPRD Subang terima tunjangan reses Rp13 juta per orang, total capai Rp637 juta
Ia menyebut, suasana semakin bising setelah pukul 22.00 WIB.
“Sering banget, bukan cuma sekali atau dua kali, kalau udah di atas jam 10 malam mereka lebih gila lagi sampai teriak-teriak. Makin malam, makin menggila soalnya mereka mabuk-mabukan,” ujarnya.
Kondisi ini membuatnya kesulitan beristirahat, terlebih ia memiliki bayi dan anak kecil di rumah.
“Aku ada bayi dan toddler sampai nggak bisa tidur. Enggak tahu harus lapor mana lagi,” imbuhnya.
Baca Juga: Peresmian lapangan tembak Kodim Subang jadi sorotan, sebenarnya untuk apa?
Warganet beri beragam saran
Unggahan tersebut pun ramai mendapat tanggapan dari warganet. Hingga saat ini, kolom balasan dipenuhi ribuan komentar yang memberikan berbagai saran.
Beberapa warganet menyarankan untuk melapor ke pihak kelurahan hingga aparat penegak hukum.
“Datang ke kelurahan kalau RT/RW nggak gubris, nanti ketemu Kasi Pemtrantibum dan lurahnya,” tulis salah satu akun.
“Lapor polisi kak, saya pernah kayak gitu tahun lalu dan akhirnya mereka diusir sama RT,” tulis akun lainnya.
Baca Juga: Konten kreator di Cianjur ngaku dianiaya oknum pegawai SPPG, bermula dari tanya menu MBG
Tak sedikit pula komentar bernada unik dan nyeleneh yang turut meramaikan diskusi.
“Aku pernah beli alat pemutus sinyal bluetooth, jadi tiap speaker nyala langsung mati, akhirnya kapok,” tulis warganet.