Lebih lanjut, pihak kepolisian menerima keterangan dari salah satu petugas di dapur SPPG bahwa korban sempat tidak puas dengan penjelasan yang diberikan.
Korban bahkan disebut mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas, sehingga petugas keamanan meminta yang bersangkutan untuk meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Kinerja BGN disorot ‘brutal’, SDR desak presiden copot Kepala Badan Gizi Nasional
"Sudah dijelaskan oleh akuntan, konten kreator tersebut tidak puas dengan penjelasan dan malah mengeluarkan kata-kata yang kurang baik," ungkap Budi.
Ia menambahkan, petugas keamanan bersama aparat desa sempat membawa korban keluar dari area dapur.
"Security dan Poldes membawa I keluar. Namun masih meronta-ronta dan berteriak," lanjutnya.
Dalam kondisi tersebut, situasi diduga memanas hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Polisi lakukan mediasi
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Belum ada keterangan lanjutan baik dari pihak korban maupun pihak SPPG terkait kronologi lengkap dan dugaan penganiayaan yang terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena dinilai berkaitan dengan transparansi pelaksanaan program MBG di lapangan, serta pentingnya komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat.***