GENMILENIAL.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung menjadi sorotan publik usai muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket makanan yang mereka terima di sekolah.
Dalam unggahan Instagram @maju.idn, Rabu, 8 April 2026, para siswa terdengar mengeluhkan aroma tidak sedap dari makanan tersebut.
"Bau kelek (ketiak)," ucap sejumlah siswa dalam video yang beredar.
Baca Juga: Dukung kualitas belajar, ratusan siswa di Subang terima kacamata gratis dari PKK
Siswa kembalikan paket MBG
Dari informasi yang beredar, makanan tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup yang berlokasi di Jalan Pasigaran, Bandung.
Menu MBG yang dibagikan saat kejadian diduga terdiri dari nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon.
Program ini diketahui menyasar sebanyak 2.874 penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga masyarakat melalui layanan posyandu.
Namun, dugaan aroma tak sedap membuat sejumlah siswa memilih mengembalikan makanan tersebut secara langsung.
Baca Juga: Polemik parkir RSUD Cibinong meluas! Vendor diduga datangi rumah pengunggah tanpa izin
Dapur SPPG disidak
Menindaklanjuti kejadian tersebut, unsur Forkopimcam Dayeuhkolot langsung melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG Citeureup.
Sidak dipimpin Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi bersama jajaran kepolisian dan TNI serta pemerintah desa setempat.