Setelah berpisah, Norida kehilangan sumber penghasilan tetap dan harus mencari nafkah sendiri.
Baca Juga: Viral warga dusun Wonorojo Kendal iuran Rp12 juta perbaiki jalan, netizen soroti dana desa
Ia disebut pernah mencuci pakaian, bekerja di restoran, hingga menjadi penyapu jalan untuk menyambung hidup.
Harapan memulai hidup baru di Malaysia
Dalam laporan Bernama yang dikutip Selasa, 17 Februari 2026, Norida juga menceritakan bagaimana ia sempat mendapat bantuan dari seseorang yang memberinya pekerjaan.
“Wanita itu menawarkan saya pekerjaan membuat kue dan mengizinkan saya tinggal di rumah leluhur ibunya yang kosong secara gratis,” tutur Norida, dikutip dari laporan Bernama, Selasa, 17 Februari 2026.
Meski telah kembali ke Malaysia dan berkumpul dengan keluarganya setelah hampir dua dekade terpisah, Norida mengaku masih menyimpan kerinduan terhadap putra bungsunya yang hingga kini masih berada di Lombok.
“Anak saya ingin datang ke Malaysia tetapi terhalang oleh kendala keuangan,” terang Norida, dikutip dari laporan Bernama, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa putranya dalam keadaan aman karena berstatus warga negara Indonesia dan upaya sedang dilakukan untuk membawanya menyusul ke Malaysia.
Kisah Norida menjadi perhatian luas warganet karena menggambarkan perjuangan seorang perempuan bertahan hidup di negeri orang selama hampir dua dekade sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya dengan harapan memulai lembaran baru kehidupan.***