Bagi Ahok, frasa 'menurut keyakinan saya' memiliki muatan emosional tersendiri. Ia mengaitkannya dengan pengalaman pribadinya saat menjalani proses hukum di masa lalu.
“Dulu saya di penjara, hakim bilang ‘ini kan keyakinan orang’. Memang salah orang punya keyakinan?” ungkap Ahok.
Pengalaman tersebut membuat Ahok melihat ironi dalam polemik Mens Rea.
Menurutnya, kalimat yang kini dianggap sebagai tameng hukum justru mengingatkannya pada perjalanan hidupnya sendiri.
“Kayaknya ini hukum karma. Jadi dengan ngomong ‘keyakinan saya’, berarti saya berhak bicara,” tandas Ahok.
Hingga kini, Mens Rea masih menjadi perbincangan hangat, tidak hanya sebagai karya komedi, tetapi juga sebagai contoh bagaimana bahasa, opini, dan hukum saling beririsan di ruang publik Indonesia.***