news

Bus wisatawan Surabaya diduga dipalak Rp150 ribu di Bangsring Underwater Banyuwangi, modus pengawalan dipersoalkan

Selasa, 16 Desember 2025 | 00:41 WIB
Rombongan wisatawan asal Surabaya diduga jadi korban pemalakan di obyek wisata Basring Underwater, Banyuwangi (Adatah/Timothy)

GENMILENIAL.ID — Liburan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman traumatis bagi rombongan wisatawan asal Surabaya saat berkunjung ke Bangsring Underwater, Banyuwangi, Jawa Timur.

Rombongan yang mayoritas berusia lanjut itu diduga menjadi korban pemalakan ketika bus yang mereka tumpangi hendak meninggalkan kawasan wisata.

Insiden tersebut terjadi saat bus sudah bersiap keluar dari area wisata bahari. Dua orang tiba-tiba menghadang kendaraan dan mengancam bus tidak diperbolehkan pulang sebelum menyerahkan uang sebesar Rp150 ribu.

Baca Juga: Tak punya uang, punya tenaga: Pemuda Aceh rela jalan puluhan kilometer jual cabai demi korban banjir

Diminta bayar di luar tiket resmi

Uang yang diminta disebut sebagai biaya jasa pengawalan bus menuju jalan raya. Namun, pungutan tersebut tidak tercantum dalam aturan resmi wisata, di luar tiket masuk dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp25 ribu yang telah dibayarkan rombongan.

Kondisi itu membuat para wisatawan merasa takut dan terintimidasi, terlebih karena posisi bus dihadang dan dilarang keluar lokasi.

Dipertanyakan oleh ketua rombongan

Ketua rombongan bernama Timothy, yang diketahui merupakan jurnalis media nasional, sempat mempertanyakan dasar pungutan tersebut.

Baca Juga: Lawan keterisolasian, warga Beutong Ateuh nekat bangun jembatan kayu di tengah arus sungai deras

Ia menegaskan bahwa seluruh kewajiban pembayaran telah dipenuhi.

“Sudah bayar tiket masuk, lalu uang Rp150 ribu itu untuk apa?” ucap Timothy kepada terduga pelaku.

Namun pertanyaan tersebut tidak dijawab dengan dasar hukum yang jelas.

Terduga pelaku klaim aturan desa

Halaman:

Tags

Terkini