“Perintah Bapak Presiden adalah seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk meringankan beban masyarakat,” kata Pratikno.
Baca Juga: Tirta Rangga Subang bedah penyebab NRW tinggi di Kasomalang, Dirut: Tidak sesederhana 'pipa bocor'
Walau belum menetapkan status Darurat Bencana Nasional, pemerintah memastikan percepatan di tiga sektor krusial:
- Pembukaan jalur darat yang terputus,
- pemulihan akses listrik,
- Distribusi logistik menggunakan jalur udara dan laut.
Pratikno meninjau wilayah terdampak bersama Kepala BNPB, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
Data korban di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera sejak 25 November 2025 menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di tiga provinsi.
Berdasarkan data BNPB per Minggu malam, 30 November 2025:
Sumatera Utara
- 217 meninggal dunia
- 209 hilang
Aceh
- 96 meninggal dunia
- 75 hilang
Sumatera Barat
- 129 meninggal dunia
- 118 hilang
- 16 luka-luka
Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan masih berlangsung di sejumlah titik yang terisolasi akibat kerusakan jaringan jalan, jembatan, serta gangguan listrik dan komunikasi.***