GENMILENIAL.ID — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk mulai mewaspadai potensi penyakit pascabanjir.
Peringatan ini disampaikan setelah fasilitas layanan kesehatan di sejumlah titik bencana dinyatakan terkendali.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan respons kedaruratan sudah dilakukan sejak hari pertama.
“Sejak kejadian, malamnya sudah berangkat, tim kami sudah berangkat,” ujar Benjamin kepada awak media di Kompleks Kepatihan, DIY, Sabtu, 29 November 2025.
Baca Juga: Korban bencana Sumatera tembus 303 jiwa, BNPB sebut Sumut paling banyak terdampak
Benjamin menegaskan bahwa prioritas utama dalam situasi bencana adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Begitu terjadi banjir besar, maka pertama kali yang ditolong kan nyawa sama memberikan perlindungan dan makanan,” imbuhnya.
Posko bantuan dan RS darurat sudah berdiri
Tim Kemenkes langsung bertugas mendirikan posko layanan kesehatan dan rumah sakit darurat bagi warga terdampak.
“Sudah, otomatis (RS darurat), tempat posko-posko sudah dibuat. Jadi, sekarang yang penting nyawa dulu diselamatkan,” kata Benjamin.
Baca Juga: Medan tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 11 Desember, 1.829 warga mengungsi
Setelah fase evakuasi awal, Kemenkes kini fokus pada pemulihan layanan kesehatan di tiga provinsi yang terdampak banjir dan longsor tersebut.
“Setelah nyawa diselamatkan, mencari korban, baru biasanya, setelah ini kan sekarang sarana prasarana hancur, maka kita akan lakukan sesuai dengan bidangnya,” jelasnya.
“Kami kesehatan, ya pasti fokus untuk bagaimana pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya,” sambung Benjamin.