GENMILENIAL.ID — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sejumlah pembaruan terkait pelaksanaan ibadah haji dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan alasan dibentuknya Kementerian Haji (Kemenhaj), yang kini akan berfokus pada urusan penyelenggaraan ibadah haji, setelah sebelumnya menjadi kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurut Prabowo, pembentukan Kemenhaj merupakan permintaan langsung dari Pemerintah Arab Saudi untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi antarpejabat terkait pelaksanaan haji.
Baca Juga: Kilas balik kasus korupsi CPO: Kejagung kembalikan Rp13,25 triliun, sisa Rp4,4 triliun masih ditagih
“Kita mendirikan Kementerian Haji karena permintaan Arab Saudi. Mereka bilang urusan haji adalah menteri haji, jadi kami minta urusannya sama pejabat,” ungkap Prabowo.
“Dia maunya menteri, apa boleh buat, kita menyesuaikan,” imbuhnya.
Turunkan biaya dan waktu antrean haji
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menekan biaya dan durasi antrean ibadah haji agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Saya minta biaya haji harus terus turun, bisa dengan efisiensi dan pelaksanaannya yang bersih,” kata Prabowo.
Baca Juga: Iwan Bule dukung Shin Tae-yong kembali latih Timnas, isu Timur Kapadze dan Van Gaal makin menguat
Menurutnya, waktu tunggu yang semula mencapai 40 tahun kini berhasil dipangkas hampir setengahnya.
“Sekarang waktu tunggu bisa dipercepat jadi 26 tahun. Tapi itu masih lama juga, kita berusaha memotong lebih,” jelasnya.
Kampung Haji Indonesia di Makkah
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengumumkan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menyetujui pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah.