Presiden Prabowo klaim keberhasilan program Makan Bergizi Gratis 99,9 persen, akui masih ada kasus keracunan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 20 Oktober 2025 | 23:42 WIB
Presiden Prabowo melaporkan perkembangan MBG dalam Sidang Kabinet Paripurna Setahun Prabowo-Gibran (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo melaporkan perkembangan MBG dalam Sidang Kabinet Paripurna Setahun Prabowo-Gibran (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memamerkan capaian besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG telah membentuk 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 32.000 titik sejak peluncuran perdana pada 6 Januari 2025.

“Artinya sampai hari ini, sudah ada 1,4 miliar porsi Makan Bergizi Gratis yang dimasak dan dibagikan,” kata Prabowo di hadapan para menteri.

Baca Juga: Isu Van Gaal dan Timur Kapadze hangat di medsos: Kursi kosong pelatih Garuda bikin netizen heboh

“Hari ini ada 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sudah menerima manfaat MBG,” tambahnya.

Dibandingkan dengan Brasil, Indonesia disebut lebih cepat

Prabowo menyebut, capaian MBG Indonesia bahkan dipantau negara lain, termasuk Brasil yang menjadi inspirasi awal program ini.

“Presiden Brasil memberi tahu saya, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, sementara kita dalam satu tahun mencapai 36 juta,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Gebyar Senam 1.000 peserta siap guncang Flora Wisata D’Castello akhir tahun ini

Ia mengingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk tetap fokus pada kualitas pelaksanaan.

“Jangan paksakan, ojo ngoyo, yang penting pelaksanaannya baik,” tegasnya.

Akui ada kasus keracunan, tapi masih di 'koridor aman'

Meski mengklaim keberhasilan 99,9 persen, Prabowo tidak menutup mata terhadap kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di sejumlah daerah.

“Ada beberapa ribu yang keracunan makan, tapi kalau diambil statistik, 8 ribu dari 1 miliar (porsi) masih dalam koridor kesalahan yang manusiawi — sekitar 0,0007 persen,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X