Pemilahan sampah jadi awal dari solusi
Kang Akur mengingatkan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah, sekolah, pasar hingga kantor.
“Mulai dari pemilahan. Itu kunci keberhasilan,” tegasnya.
Ia berharap World Cleanup Day tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan sosial dan moral menuju Subang Bersih, Subang Sejahtera, dan Berkelanjutan.
“Mulailah dari diri sendiri, dari rumah dan lingkungan terdekat. Dengan semangat Subang Ngabret, mari kita bergerak cepat dan bekerja nyata,” tutupnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya ke fresh graduate: Jangan khawatir, pemerintah siapkan 100 ribu kuota magang berbayar
Kolaborasi nyata pemerintah dan masyarakat
Usai apel, Kang Akur bersama unsur Forkopimda, ASN, pelajar, dan komunitas lingkungan melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah titik, termasuk Alun-Alun Subang, Masjid Agung, dan kawasan Wisma Karya.
Kegiatan itu menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong di Kabupaten Subang.***