news

IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama

Senin, 29 September 2025 | 06:04 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) pastikan ajang Labuan Bajo Marathon 2025 batal digelar (Dok. IFG)

GENMILENIAL.ID – Indonesia Financial Group (IFG) memastikan ajang Labuan Bajo Marathon 2025 batal digelar.

Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur yang kini berstatus level IV atau awas.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyatakan keselamatan menjadi prioritas utama.

“Dengan kondisi alam yang masih berisiko, kami menilai penyelenggaraan tahun ini tidak memungkinkan dilaksanakan di Labuan Bajo,” ujar Denny, Senin 22 September 2025.

Baca Juga: Rocky Gerung ungkap pernah usul Mahfud MD jadi presiden, sindir pengangkatan Qodari di KSP

Gunung Lewotobi sepanjang tahun 2025 telah 62 kali erupsi. Pada 22 September 2025 saja, dalam kurun enam jam terjadi 31 kali letusan disertai gempa letusan berdurasi 50-206 detik.

Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu perjalanan peserta dan panitia menuju lokasi lomba.

Sebelumnya, pada November 2024, erupsi serupa sempat menutup Bandara Komodo sehingga banyak peserta marathon tertahan berhari-hari dan harus menempuh jalur darat maupun laut untuk pulang.

Sejak pertama digelar pada 2022, IFG Labuan Bajo Marathon menjadi bagian dari sport tourism untuk mendukung pariwisata di kawasan Destinasi Super Prioritas.

Baca Juga: Revisi UU BUMN masuk ke DPR, Mensesneg singgung peran Danantara dan wacana perampingan

Tahun 2024, ajang ini sukses menghadirkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah dan 31 pelari internasional dari Kenya, Australia, Prancis, Italia, hingga Malaysia.

IFG bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan marathon kembali digelar pada 2026 jika kondisi alam telah aman.

“Marathon ini memiliki visi jangka panjang sebagai event olahraga nasional dan internasional yang tidak hanya memperkuat gaya hidup sehat, tetapi juga literasi keuangan serta mendorong ekonomi daerah,” jelas IFG.

Perusahaan BUMN ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, sponsor, dan mitra atas ketidaknyamanan yang timbul serta berterima kasih atas pengertian semua pihak.***

Halaman:

Tags

Terkini