Figur vokal ini kerap tampil di kampus-kampus untuk membahas isu-isu kontroversial, dari aborsi hingga imigrasi, sekaligus menuai kritik dari lawan politiknya.
Kini, kematiannya menimbulkan peringatan keras bagi dunia bahwa kekerasan politik dapat menggerogoti ruang demokrasi, kebebasan berpendapat, dan keselamatan aktivis di era modern.***