Figur vokal ini kerap tampil di kampus-kampus untuk membahas isu-isu kontroversial, dari aborsi hingga imigrasi, sekaligus menuai kritik dari lawan politiknya.
Kini, kematiannya menimbulkan peringatan keras bagi dunia bahwa kekerasan politik dapat menggerogoti ruang demokrasi, kebebasan berpendapat, dan keselamatan aktivis di era modern.***
Artikel Terkait
Robert Prevost jadi Paus pertama dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump: Kehormatan besar bagi negara
Resmi dilantik, Paus Leo XIV catat sejarah sebagai Paus pertama dari Amerika
Elon Musk dukung pemakzulan Donald Trump, ketegangan dua tokoh AS makin memanas
Presiden Prabowo terima telepon dari Donald Trump selama 15 menit, bahas ucapan selamat hingga perdamaian global
Donald Trump desak warga Teheran mengungsi, sebut Israel akan luncurkan serangan besar ke Iran
Nurmala Kartini calon Dubes Jepang, pernah wakili RI di 3 negara Amerika Selatan
Kesepakatan dagang Trump–Prabowo dikritik, warga AS: Konsumen Amerika yang bayar 19 persen tarif!