GENMILENIAL.ID – Program Gerakan Pangan Murah yang digelar di Mapolsek Subang, Selasa 12 Agustus 2025, diserbu warga dan habis terjual hanya dalam dua jam.
Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda, memastikan penjualan beras murah ini diprioritaskan untuk masyarakat menengah ke bawah.
“Ini program dari pemerintah, khususnya wilayah Polres Subang, yang dieksekusi oleh masing-masing Kapolsek. Tujuannya agar pembagian beras murah ini merata ke seluruh wilayah Polres Subang,” ujar AKP Endang.
Pada hari yang sama, kegiatan ini juga berlangsung serentak di tiga polsek lain, yakni Polsek Kalijati, Polsek Cibogo, dan Polsek Pagaden.
Baca Juga: Budi Gunawan: Kemenko Polkam pantau kasus kematian Prada Lucky Namo, soroti kehormatan prajurit TNI
Untuk Polsek Subang, Bulog melalui Polres menyalurkan 100 kantong beras super dengan harga Rp60.000 per kantong (5 kg), atau setara Rp12.000 per kilogram.
“Alhamdulillah, dari jam 09.00 WIB sampai 11.00 WIB sudah habis terjual. Karena lokasi kami di jalur utama, banyak warga yang mampir. Kami utamakan untuk masyarakat ekonomi kurang mampu, seperti tukang sapu, tukang ojek, dan pedagang keliling. Satu orang maksimal satu kantong supaya merata,” jelasnya.
Penjualan ini diumumkan lewat media sosial Polsek dan Polres Subang, termasuk Instagram dan Facebook.
Meski ada warga yang mencoba membeli dalam jumlah besar, pihaknya menolak demi menjaga tujuan bazar untuk membantu yang benar-benar membutuhkan.
“Memang dikhususkan untuk masyarakat menengah ke bawah. Kalau ada yang mau borong, kami tidak izinkan,” tegasnya.
AKP Endang berharap kegiatan ini bisa dilakukan lebih luas di wilayah Kecamatan Subang, termasuk Wanareja dan Pasirkareumbi, agar manfaatnya semakin merata.
Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kalau di pasaran, harga beras super lebih mahal dari ini. Jadi kegiatan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban masyarakat,” tutupnya.***