news

Anies Baswedan sindir Presiden RI yang lama absen di Forum PBB: Indonesia harus aktif di panggung global

Senin, 21 Juli 2025 | 01:18 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Instagram.com/@aniesbaswedan)

GENMILENIAL.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti ketidakhadiran Presiden Republik Indonesia dalam sejumlah forum penting internasional, termasuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pidatonya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Ormas Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Minggu, 13 Juli 2025, Anies menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara besar memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk tampil aktif dalam menyikapi persoalan global.

“Bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul, selalu Menteri Luar Negeri,” kata Anies.

Anies menilai, ketidakhadiran kepala negara dalam forum-forum seperti PBB dapat berdampak pada posisi Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Ajudan bantah tudingan foto liburan Jokowi editan: Ya nggak lah

Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung Presiden RI dalam forum global sebagai bentuk keseriusan dan komitmen.

“Kita warga kampung. Ukuran rumah kita nomor empat terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang, meski bayar iuran, tetap tidak dilibatkan dalam keputusan,” ujar Anies dalam analoginya.

Soroti masalah global yang membutuhkan peran Indonesia

Lebih lanjut, Anies menyoroti sejumlah persoalan dunia yang menurutnya membutuhkan partisipasi aktif dari Indonesia.

Di antaranya adalah isu lingkungan hidup, kemanusiaan, hingga konflik dan ketegangan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Kesehatan Jokowi usai liburan bersama cucu: Bugar, masih dalam masa pemulihan

“Ada tantangan besar soal lingkungan hidup. Ini adalah masalah kemanusiaan dan Indonesia bisa ambil peran di situ,” terangnya.

Ia juga menyinggung ketegangan yang dipicu konflik, termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah, serta kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional yang mempengaruhi stabilitas global.

“Yang ketiga adalah ketegangan akibat kebijakan ekonomi, perdagangan di dunia,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini