Anies Baswedan cerita penamaan stasiun MRT ‘ASEAN’: Jakarta bukan sekadar ibu kota RI

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 13 Juli 2025 | 19:55 WIB
Stasiun MRT ‘ASEAN’ di DKI Jakarta (Instagram.com/@pradhanaantana)
Stasiun MRT ‘ASEAN’ di DKI Jakarta (Instagram.com/@pradhanaantana)

GENMILENIAL.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menekankan pentingnya peran Jakarta tidak hanya sebagai ibu kota Republik Indonesia, tetapi juga sebagai pusat diplomasi kawasan Asia Tenggara.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan pidato dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat yang digelar di Jakarta, Minggu, 13 Juli 2025.

“Jakarta adalah Ibu Kota ASEAN,” ujar Anies dalam sambutannya. Ia mengaitkan pernyataan tersebut dengan pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 2017–2022.

Baca Juga: Kecelakaan beruntun libatkan rombongan bus warga Surabaya di Tol Malang–Gempol, sejumlah penumpang terluka

Anies mengungkapkan bahwa saat proyek MRT Jakarta tengah dibangun, ia mengusulkan agar salah satu stasiun MRT yang berada di dekat kantor Sekretariat ASEAN diberi nama 'Stasiun ASEAN'.

“Waktu itu saya minta stasiun MRT di depan kantor Sekretariat ASEAN diberi nama stasiun ASEAN, supaya setiap hari mengingatkan penggunanya bahwa Jakarta bukan hanya ibu kota Indonesia, tapi juga ibu kota ASEAN,” jelasnya.

Menurutnya, penamaan tersebut merupakan bentuk pengingat simbolik atas posisi strategis Jakarta di mata dunia, khususnya di Asia Tenggara.

Anies juga menyebut bahwa banyak diplomat asing yang ditempatkan di Jakarta membawa dua mandat, yakni sebagai duta besar untuk Indonesia sekaligus untuk ASEAN.

Baca Juga: Viral aksi klitih berdarah di jalur Piyungan–Prambanan, Polda DIY buru pelaku

“Ini menunjukkan Jakarta adalah pusat diplomasi kawasan yang diakui,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah yang relatif damai di tengah ketegangan geopolitik di Asia Timur dan Selatan.

“Di timur ada Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan, semua tegang. Di selatan ada India, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan juga tegang. Tapi di antara itu semua, Asia Tenggara adalah wilayah yang teduh,” ujar Anies.

Ia pun menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut. “Dan Indonesia harus menjaga keteduhan itu,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X