news

Retret gelombang II jadi momen evaluasi program prioritas, Wamendagri: Sudah ada feedback dari daerah

Senin, 23 Juni 2025 | 21:22 WIB
Wamendagri Bima Arya saat hadir di konsolidasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Aceh pada 23 Mei 2025 (Instagram/bimaaryasugiarto)

GENMILENIAL.ID – Agenda Retret Kepala Daerah Gelombang II resmi dimulai pada Sabtu, 22 Juni 2025, dan akan berlangsung hingga 26 Juni 2025 di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sebanyak 86 kepala daerah hadir dari total 93 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Enam kepala daerah absen dengan alasan kesehatan, sementara Gubernur Papua Pegunungan batal hadir karena sedang berduka atas wafatnya sang ibu.

Baca Juga: Cloudflare gagalkan serangan DDoS terbesar dalam sejarah: 37,4 terabyte data hanya dalam 45 detik

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan, retret gelombang II ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program prioritas pemerintah yang sudah berjalan di berbagai daerah.

“Materinya sama seperti gelombang I di Magelang, tapi sekarang program prioritas seperti MBG (Modernisasi Birokrasi Gotong Royong) sudah berjalan. Jadi momen ini digunakan untuk evaluasi, mungkin sekarang sudah ada feedback dari daerah,” ujar Bima dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia menambahkan, forum retret ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka memperkuat sinergi dan efektivitas pelaksanaan kebijakan.

Baca Juga: Yamaha luncurkan warna baru Fazzio Hybrid, warganet pertanyakan inovasi nyata

“Ini momentum yang baik untuk berdialog, bersama-sama mengevaluasi penerapannya di lapangan seperti apa,” katanya.

Adapun materi yang akan diberikan dalam retret mencakup tugas pokok kepala daerah, pelaksanaan program prioritas nasional, pemberantasan korupsi, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Retret gelombang I sebelumnya telah digelar pada Februari 2025 di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, dan menjadi model pelatihan kepemimpinan baru bagi para kepala daerah dari seluruh Indonesia.***

Tags

Terkini