news

Kemenag beberkan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina

Selasa, 10 Juni 2025 | 14:42 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief memberikan penjelasan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina (Instagram/kemenag_ri)

GENMILENIAL.ID - Kementerian Agama melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan penjelasan soal kabar banyaknya jemaah haji Indonesia yang berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina akibat keterlambatan bus jemputan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah ke Mina sudah mengikuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi, yakni dimulai pada pukul 23.35 Waktu Arab Saudi (WAS), 10 Zulhijjah 1446 H.

Namun, proses evakuasi dari Muzdalifah baru selesai pada pukul 09.40 WAS keesokan harinya, terlambat 40 menit dari target.

Baca Juga: Dedi Mulyadi temui pelaku geng motor Cirebon, beri pilihan: Pesantren atau penjara

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah,” kata Hilman dalam keterangan resmi, Minggu, 8 Juni 2025.

Ia menyebut keterlambatan terjadi akibat antrean ribuan bus dan kendala perputaran armada dari Mina ke Muzdalifah.

Dalam kondisi lelah dan menunggu lama, sebagian jemaah memutuskan untuk keluar sendiri dari pintu Muzdalifah dan berjalan kaki sejauh 3–4 km menuju Mina.

“Ini memunculkan arus pergerakan spontan tanpa kendali,” ujar Hilman.

Baca Juga: Kemenag buka suara soal keterlambatan bus jemputan jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina

Situasi memuncak pada Jumat pagi, 6 Juni 2025, ketika jemaah dari berbagai maktab memilih berjalan kaki karena khawatir tidak segera terangkut bus.

PPIH akhirnya melepas sebagian jemaah yang mampu berjalan kaki, namun mengimbau jemaah lansia dan risiko tinggi untuk tetap menunggu jemputan.

Arus jalan kaki ini kemudian berdampak pada kemacetan di jalur utama shuttle bus.

PPIH menerima permintaan dari Kementerian Haji dan syarikah untuk menghentikan arus jalan kaki, tetapi situasi sudah sulit dikendalikan.

Baca Juga: Belum sempat temui Kang Dedi Mulyadi, remaja asal Brebes yang ditemukan Kapolsek Pagaden langsung diboyong Bupati Brebes

Halaman:

Tags

Terkini