GENMILENIAL.ID - Saat jutaan jemaah haji menjalani puncak ibadah wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah, pemandangan unik terjadi di Masjidil Haram, Makkah.
Masjid suci itu justru dipenuhi oleh para wanita, mayoritas mengenakan abaya hitam.
Fenomena tahunan ini terjadi karena sebagian besar pria sedang melaksanakan rukun haji, termasuk wukuf di Arafah dan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina.
Baca Juga: Soal pengembalian dana jemaah haji furoda, Menag: Tergantung pihak travel
Sementara itu, para wanita yang tidak menunaikan haji, memanfaatkan hari itu untuk beribadah di Masjidil Haram.
Kehadiran mereka menjaga atmosfer spiritual di tempat paling suci umat Islam tetap terasa hidup dan ramai, meski sebagian besar jemaah haji berada di luar kota Makkah.
“Ini adalah bentuk pengabdian dan komitmen spiritual kaum wanita yang luar biasa, menjadikan Masjidil Haram sebagai ruang ibadah mereka di saat wukuf berlangsung,” ungkap seorang pengamat ibadah haji di lokasi.
Fenomena ini dinilai langka karena sepanjang tahun, Masjidil Haram biasanya dipenuhi oleh jamaah campuran pria dan wanita.
Baca Juga: Dilaporkan soal barak militer, Dedi Mulyadi: Mungkin mau cari perhatian
Namun saat wukuf, masjid suci tersebut sebagian besar menjadi milik kaum wanita, menciptakan suasana yang berbeda dan penuh kekhusyukan.
Sementara itu, jemaah haji yang telah melaksanakan wukuf melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mabit (bermalam), sebelum menuju Mina guna melaksanakan lempar jumrah.
Tahun ini, Pemerintah Arab Saudi menerapkan skema murur bagi sebagian jemaah, yaitu melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan dan langsung menuju Mina setelah wukuf.
Skema ini diberlakukan untuk mengatur arus pergerakan jemaah agar lebih tertib dan efisien.***