GENMILENIAL.ID - Menjelang puncak ibadah haji 2025 yang jatuh pada Jumat, 6 Juni, sejumlah jemaah calon haji jalur furoda masih belum mendapatkan kepastian visa.
Kondisi ini memicu kekhawatiran, mengingat waktu keberangkatan semakin mepet.
Visa furoda merupakan jalur haji non-kuota yang tidak melalui alokasi resmi pemerintah Indonesia.
Oleh karena itu, jumlahnya tidak menentu dan keberangkatan sangat tergantung pada terbitnya visa dan tiket pesawat.
Baca Juga: Menjelang puncak haji, Kemenag imbau jemaah jangan lepas tas paspor meski ke toilet
Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) bahkan telah mendatangi langsung kantor Kementerian Haji dan Umrah di Makkah untuk mencari kejelasan soal visa furoda.
“Penerbitan visa operasional haji tahun 2025 telah berakhir,” demikian pernyataan resmi AMPHURI di laman resminya.
Mereka menegaskan bahwa penerbitan visa haji furoda sepenuhnya merupakan kewenangan otoritas Arab Saudi.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI yang juga anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Marwan Dasopang, meminta agar pihak travel bersikap jujur kepada jemaah soal status visa mereka.
Baca Juga: Lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia sudah terima kartu nusuk, puncak ibadah semakin dekat
“Jika sudah dipastikan tidak mendapatkan visa furoda, sampaikan saja kepada jemaah. Jangan dirayu atau diajak berangkat,” ujar Marwan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 27 Mei 2025.
Menurutnya, transparansi jauh lebih penting dibanding mempertahankan harapan palsu yang bisa merugikan jemaah.
Seperti diketahui, pemberangkatan jemaah furoda dilakukan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) swasta dengan pengawasan dari pemerintah.
Namun, kelulusan visa tetap di tangan pemerintah Arab Saudi sebagai pihak berwenang.***